• Sun. Jun 16th, 2024

SEJARAH JUDI SABUNG AYAM & PENYEBARANNYA

Sabung ayam

Sabung ayam adalah permainan di mana dua ayam diadu di sebuah kalangan atau arena. Biasanya, ayam diadu hingga salah satu kabur atau kalah, atau bahkan mati, dan permainan biasanya diikuti oleh perjudian di sekitar arena adu ayam.

Sejarah

Permainan menyabung ayam juga disebut berlaga ayam. Selama masa kerajaan nusantara, permainan ini telah dimainkan. Dalam buku Chu-fan-chi yang ditulis oleh Chou Ju-Kua, seorang pegawai resmi Dinasti Song, dia menggambarkan dua kerajaan yang kuat dan kaya di Asia Tenggara: Sriwijaya (juga dikenal sebagai Kadiri) dan Jawa. Ia menemukan bahwa di Jawa ada dua agama: agama Buddha dan agama Brahmana (Hindu). Orang Jawa berani dan pemarah, menghabiskan waktu untuk mengadu hewan dan bersenang-senang dengan sabung ayam dan adu babi. Mata uangnya terbuat dari kombinasi timah, perak, dan tembaga.

Panji Tohjaya adalah putra Ken Arok dan Ken Umang adalah selirnya pada masa Singhasari. Suatu hari, ia mengajak raja Singhasari Anusapati, saudara tirinya, keluar untuk mengadu ayam. Anusapati berpikir tanpa curiga karena itu adalah kesukaannya. Akhirnya, Tohjaya menusuk ayam dengan keris Mpu Gandring ketika Anusapati asyik melihat ayam bertempur. Anusapati langsung mati. Setelah Anusapati meninggal, Tohjaya mengambil alih takhta Kerajaan Singhasari selama Kesultanan Demak. Dalam salah satu legenda, seorang pangeran bermain sabung ayam dan bertemu dengan ayahnya, yang telah membuang ibunya.

Terdapat juga kisah Sawunggaling di Jawa Timur. Saat beranjak dewasa, Jaka Berek bertanya kepada sang ibu mengenai sosok ayahnya. Dewi Sangkrah pun menceritakan bahwa ayah Jaka Berek ialah seorang adipati di Surabaya. Akhirnya, Jaka Berek pergi ke Surabaya membawa ayam kesayangannya. Ia bertekad menemui ayahnya. Sesampainya di sana, Jaka Berek bertemu dengan dua kakak tirinya, Sawungrana dan Sawungsari. Keduanya tidak percaya jika Jaka Berek adalah anak Jayengrono. Mereka bertiga kemudian melakukan adu ayam dan Jaka Berek lah yang jadi pemenangnya. Setelah adu ayam itu, Adipati Jayengrono menemui Jaka Berek. Ia yakin bahwa Jaka Berek adalah anaknya. Jaka Berek lah yang kemudian berhak meneruskan takhta sang ayah. Ia diberi gelar Raden Mas Ngabehi Sawunggaling Kulmosostronagoro.

Sabung ayam adalah ilegal di Indonesia kecuali di pulau BaliClifford Geertz pernah menulis esai tentang sabung ayam.

Inilah Lima Jenis Ayam Terkuat Sepanjang Masa

Sabung ayam - Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas

Untuk judi sabung ayam online ini, seringkali ada pertarungan yang sangat sengit. Selain itu, oleh beberapa jenis ayam terkuat yang sering kita lihat. Namun, ayam akan menjadi lebih kuat jika diberi pelatihan yang tepat.

Selain itu, ayam terkuat yang akan kami bahas selanjutnya dapat terus menang. Itu benar-benar cocok untuk semua pecinta judi sabung ayam online ini. Selain itu, ada beberapa ayam terkuat yang harus Anda miliki segera.

Ayam Bangkok adalah Ayam Pertama. Ayam aduan ini adalah keturunan silang dari Vietnam, sebuah negara Asia. Memang, ayam Saigon tidak terlalu populer di Indonesia. Itu karena ayam bangkok ini semakin populer sehingga dapat mengalahkan sabung ayam aduan lainnya.

Tubuh raksasa ayam Shamo ini adalah satu-satunya jenis ayam di dunia. Bagaimana menurut Anda? Ayam Shamo biasanya memiliki berat 3-5 kg, tetapi ayam petarung bisa mencapai 7 kg.

Ayam Birma ini juga berasal dari negara Burma, atau sekarang dikenal sebagai Myanmar. Ayam liar atau ayam kampung adalah istilah lain untuk ayam ini. Seluruh penggemar judi sabung ayam aduan kini sering mencari hal ini.

Ayam Birma ini juga layak menjadi ayam terkuat kedua. Jika dilihat dengan lebih jelas, ayam Birma ini dianggap sebagai salah satu jenis ayam yang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis ayam petarung lainnya.

Ayam Pama ayam terkuat Terakhir. Salah satu ayam petarung paling kuat di jenis ini memiliki cara bertarung yang unik. Mereka sering memukul lawan dengan mengunci lehernya.

Ayam Pama berasal dari Burma dan kemudian dikawin silang dengan beberapa jenis ayam petarung lainnya. Selain itu, jenis ayam Pama ini tumbuh dalam berbagai ukuran, seperti Gostan, Rambong, Mabin, Malow, dan Pama Kradungtong.